11.22.2008

Rune factory 2 : A Fantasy Harvest Moon

Akhirnya, setelah lamaa~ banget ditunggu, US Ver. dari spin-off Harvest Moon, yaitu Rune Factory 2 : A Fantasy Harvest Moon (RF2) keluar juga, pada tanggal 18 November 2008. Sedangkan torrentnya sendiri keluar sehari setelahnya.

Tidak berbeda dengan pendahulunya, RF2 masih memadukan kemajemukan cerita dan rasa santai yang dimiliki harvest moon dengan kelinieran dan keseruan yang dimiliki game-game hack-and-slash jadul seperti Zelda. Berhubung saya sendiri masih kurang dari satu jam gameplay hour, mungkin pada post kali ini saya tidak bisa bercerita banyak, namun saya akan coba tulis apa yang saya bisa.

Story = 8/10

Cerita yang bisa saya tangkap dalam waktu satu jam permainan, saya rasa cukup dalam dan menarik. Player masih berperan menjadi tokoh amnesia yang tidak jelas juntrungannya (Kyle - nama default), yang ditemukan oleh main heroine (Mana). Setelah itu Kyle akan bisa langsung mengelilingi desa Alvarna, yang terbagi menjadi beberapa bagian utama yaitu farm, east end, town square, west end dan dock, tentu saja dengan beberapa dungeon dan daerah minor lainnnya.

Tidak seperti RF1, di mana player hanya akan terfokus pada pengelolaan pertanian, story yang ada di RF2 akan terasa lebih mudah diikuti dan menarik. Ada beberapa isu penting, seperti pertengkaran antara ibu dan anak, ayah main heroine yang overprotektif, sampai perseteruan antarras sampai pencarian akan keberadaan tuhan. Dan baiknya lagi, player akan dapat menemukan bongkahan-bongkahan cerita itu sejak awal permainan, dan mendapatkan bagian-bagian lainnya sepanjang permainan melalui event dan/atau berbagai job request yang menyisipkan hal-hal tersebut.

Gameplay = 8/10

Pada dasarnya, gameplay yang dimiliki RF2 masih sangat serupa dengan RF1, namun ada berbagai penyesuaian di sana-sini. Selain itu, dengan adanya sistem job request (bisa dilihat di bulletin board di bagian selatan pancuran di town square), player bisa mendapatkan goal-goal jangka pendek yang tentunya diharapkan akan mengurangi rasa bosan. Selain itu, pemberian modal yang minim dan harga barang pokok (terutama seeds) yang mahal bisa memberikan suatu tingkat kesulitan yang cukup tinggi pada pemain yang kurang sabar, namun hal ini masih bisa ditolerir karena hal ini semata-mata dilakukan untuk membuat pemain bisa lebih tertantang.

- Sistem berkebun masih sama, dengan sistem multi-farm, yaitu di farm utama dan di dungeon-dungeon, cukup invatif untuk game seperti ini, namun masih belum menunjukkan perubahan yang signifikan dibandingkan RF1.

- Sistem battle diperkuat dengan adanya seal skill (bukan magic) yang spesifik dengan penggunaan senjata tertentu, dan adanya senjata sihir (senjata non-battle oriented yang memberikan buff positif ke magic yang dimiliki player) dapat member player pilihan-pilihan Job yang lebih luas (Pike Farmer, atau Magic Fisher)

- Sistem pemancingan, belum coba

- Sistem penambangan, belum coba, namun dari adanya bongkahan-bongkahan ore yang tergeletak di sepanjang dungeon pertama (Trieste Forest), bisa diasumsikan bahwa sistemnya tidak jauh berbeda.

Kontrol = 8/10

D-pad = bergerak
A = ambil item, galge, anime, mp3s, tombol utama pada menu-menu
B = memakai item di tangan kanan (senjata, alat berkebun, biji) yang sudah di-equip
X = memakai seal skill yang sudah di-equip
Y = memakai spell yang sudah di-equip (note that seal skill is not the same with magic)
R = toggle run on/off
L + A = memilih spell dari dalam inventory
L + B = memilih utility dari dalam video
L + X = memilih seal skill
L + Y = memilih magic spell

mudah atau gampang itu relatif.

Grafis : 7.5/10
arsitektur bergaya FF, keren banget. Sayang untuk design chara, RF2 lebih berkesan kekanakan daripada RF1

Sound : 8/10
Keren untuk game NDS, sudah sangat cukup.

Overall : 8/10

yah, sekali suka ya, suka. alasan lihat ke atas.

//////////////// dari sini bisa spoiler

Characters

Shujinko / Kyle : seorang pemuda yang disebut-sebut berbakat alam sebgai seorang petani, terkena amnesia dan akhirnya 'terdampar' di Alvarna.

Girls :


Mana : Main heroine, tipikal main heroine normal, yang butuh dilindungi shujinko tanpa melengket kepadanya. Merasa shujinko sebgai kakaknya (presumably)


Rosalind : bernama lengkap Rosalind de Sainte-Coquille, berkesan sebagai seorang ojou yang tidak sombong, membantah persepsi orang kebanyakan. Suka alam dan ramalan. A naive ojou is naive.


Julia : Pemilik bathhouse, seorang yang normal, kelihatannya tidak ada trait khusus. DRILL.


Alicia : Peramal, memiliki trait nee-san, kelihatannya cukup matre (hati-hati terhadap request job darinya!), bisa membantu anda mengetahui ramalan cuaca, mencari orang dan meramal cinta (20G), serta menentukan cuaca(1000G)


Yue : kimono-wearing yamato nadeshiko. seorang travel merchant (yup, kali ini kamu bisa menikahi merchant-nya!).



Cecilia : half-elf yag muncul juga di RF1!, sekarang berprofesi menjadi maid di Sainte-Coquille Estate. Mempunyai 2 sprite utama, sprite maid dan sprite normal. Kelihatannya berperan sebagai "kakak" terhadap Jake.


Dorothy : Nggak sedikitpun mirip dengan MAR's Dorothy, Dorothy yang satu ini dandere! Dengan poninya yang menutupi mata, dan memegang boneka, membuat gw teriak MOE~. Hati-hati, dia suka sama seseorang. Entar tahu sendiri kok.


Townsfolk


Douglas : Ayah Mana (sangat overprotektif dalam hal ini), pemilik toko.


Tanya : MILF chara (w00t! finally), maniak perang, dia adalah blacksmith di Alvarna.
Roy : Anak dari Tanya, teman sepermainan dari Cammy.


Natalie : Dokter, ibu dari Alicia, mempunyai sedikit masalah dengan anak perempuannya itu. MEGANEKKO


Cammy : twintail imouto chara, yang sangat lengket dengan shujinko.


Ray : TRAP! TRAP! TRAP! Anak perempuanlaki-laki Natalie. Saudara Alicia yang membantu ibunya kerja di rumah sakit.


Herman : Kepala keluarga Sainte-Coquille (untung nama keluarganya tidak sepanjang nama keluarga louise), sang cooking judge di Alvarna. Cooking judge = maniak masakan.


Max : Saudara (kakak, presumably) Rosalind, tipe ouji-sama yang flamboyan, namun idiot. Kelihatannya punya impian yang tinggi. Sangat pelupa.


Jake : half-elf yang bekerja di blacksmith. Rasis, benci terhadap manusia, selalu memanggil Shujinko dengan sebutan "human". GAR.

*skrinsut menyusul*
Egan : pemilik inn, seorang elf yang sangat suka sekali terhadap Alvarna dan keberagaman yang ada di dalamnya.


Barrett : Anak mayor, kelihatannya tidak percaya pada tuhan (mungkin ibunya meninggal?). kelihatannya dorothy suka padanya. EYEPATCH GAR.


Byron : Sang mayor dari Alvarna. Sangat menyayangi barrett, anaknya satu-satunya (paling tidak, itu yang gw tangkep dari kurang lebih 1 jam permainan).


Gordon : Priest di Alvarna Chapel (nama aslinya gw lupa), ayah dari Cammy (looks like). Orang yang happy-go-lucky dan periang, suka humor. SCAR GAR.

PS. - Disclaimer
every screenshot and text here is made by me.
no ripping without noticing me
Rian Muhamad Gifari
Find me @ Aoindonesia.net

11.21.2008

kuliah apa?

ahh

bulan udah november, sebentar lagi desember dan gw blom jelas mau kuliah apaan

penginya sih sastra atau seni rupa gitu, secara gw suka gambar dan ketik-mengetik (tulis-menulis? udah gak jaman lagi la yaw)

setelah di-list, gw nemuin beberapa jurusan yang gw trtarik untuk masuk ke dalamnya

1. sastra jepang

well, gw suka sastra, dan gw suka jepang. cocok deh. apalagi setelah gw mendengar cewek native (temennya temen gw) ngobrol sama gw make nihongo, gw makin tertarik... suaranya... MOE! MOE!

lagipula kerja di penerjemahan, baik komik, anime, film atau yang lainnya, gw suka.
jadi guru les (terutama untuk anak kecil - kukukuku)  juga bagus...
ilmunya jadi berguna banget

2. Desain Komunikasi Visual (Diskomvis - should be deskomvis, but who cares?)

gw suka gambar, terutama desain-desain, entah itu sigi, ava, hape, UI, segala macem dah! yaah, sekarang baru desain coba-coba untuk backdrop acara sekolah, sihh

3. Sinematografi

well, suka gambar + suka nulis = suka komik! yup, bener, namun apa hubungannya sama film? well, komik itu sebenarnya kan kayak storyboard... jadi bakalan lebih bagus kalau komik yang gw buat dibikin dorama (say no to shitnetron!) atau film-nya... lagipula gw pingin memajukan cikarang... dengan indonesia movieland-nya, sekaligus memajukan perfilman indonesia... sehingga orang-orang indonesia ga malu lagi kalau mamerin sinetron2nya...

4. web design

sebenarnya, gw ada sebuah ide tentang cms (content management software).. tapi gw ga bisa bikinnya... nah buat ngilangin unek-unek ya, belajar kan?

apa lagi ya?


5. Kehutanan

gw pingin mengikuti jejak bokap, melindungi hutan belantara....
tapi ga begitu boleh kayaknya, terlalu banyak intrik katanya..

6. Marketing

sejak gw kecil, ngelihat iklan di tv-tv bareng nee-san itu adalah suatu hobi. bahkan kami berlomba meng-klaim kepemilikan iklan (WTH)
dan dunia mempengaruhi pikiran orang itu menyenangkan

apa lagi ya?

XX. meteorologi

biar entar kalau ditanya orang

orang : "Kuliah apa mas"
gw "saya mempelajari langit"

LOL

11.16.2008

untuk sekolahku (tahukah anda)

Di sini kami diajari bagaimana menjadi seorang rasis
Mengejek dengan manis, berpihak dengan manis
Banyak cara juga 'tuk menjadi seorang agamis yang fanatis
Menyunggung, berkelahi, melarang, semua dengan fantastis

Mengeluh pun menjadi minuman sehari-hari, pengganti peluh
Teriakan terdengar sangat indah, bagai biola dan nyanyian
Sakit hati sudah tidak lagi terasa
Karena
Kami sudah tak punya lagi hati 'tuk merasa
Manusia

Ketika ejekan itu pembangkit tawa
Dan tawa bisa jadi bahan ejekan
Ini bukan lagi garis lurus, ini siklus
Karena di sini kami
Diajari 'tuk jadi rasis
Dan fanatis secara fantastis
Dan membuang hati,
Tanda manusia kami

11.14.2008

cerita langit malam

temanku kasihan pada sang bulan
sinarnya tertutup awan alangkah sayangnya
katanya sambil menengadahkan mukanya, serta tangannya
mencoba menggapai kekasihnya, dan membuka tabir kelam
menarikan tarian cinta sambil tertawa

diriku sendiri tidak terlalu iba pada sang rembulan
terlebih karena ku sering melihat, ditimpa kenyataan
dewi-dewi terpesona akan keindahan sang candra
padahal semenjak siang berkuasa, arak-arak awan telah menunggu mereka
ironis memang, tapi sama sekali nyata

temanku itu berkata, tidak semua dewi itu sama
beberapa ada yang berbeda, lebih suka terdiam
berharap sambil menggelengkan kepala, menolak
meninggalkan pesona cahaya malam
dan teguh tegar menunggu surya

benar juga, aku berfikir demikian
para bintang yang terdiam keheranan
tumbuhan dan hewan yang berperasaan tersimpan
dan bumi luas, yang penuh pikiran
semua butuh perhatian, semua berikan balasan

langit malam kelam hitam tak berperasaan
berlentera pantulan batu besar yang kekuningan
berhiaskan titik-titik hujan di atap cakrawala
ditemani dengan seorang teman
dan cerita aneh, romantis namun tidak keruan

11.08.2008

JIEXPO

hari : sabtu
tanggal : 8 November 2008
peserta : ivari, narqissa, p_religia, kami_yami + 1 temen lagi


overall :

pertama kami dateng langsung aja keliling-keliling, sampai pertama langsung foto-foto di stand monorail...

- saya bener-bener berharap monorail benar-benar akan ada di indonesia..

terus ke shinkansen, nonton pertunjukan 3d di sana

- selain shinkansen, juga ada tampilan berbagai musim di jepang... kalau bisa, begitu dateng langsung ke sini, karena antrian bisa sangat panjang, dan bisa membuang waktu sampai 36-46 hanya untuk menunggu antrian

begitu kami keluar, kami langsung keliling stand dan mampir di stand BJP, tapi ioze-nya g ada (kalau ga salah, lupa2 ingat)

dan melihat (saja) stand igo... pengin coba, tapi temen-temen pengin cepet

dan kami langsung ke myhobbytown, beli pernak-pernik

kita juga ga lupa melihat pertunjukan taiko

- yang main ce-ce semua loh, yg co cuma satu

lalu akhirnya kami masuk, beli makanan dan minuman

setelah beberapa lama, kami pergi nonton lomba karaoke...

tapi saya misah... sementara narqissa (dan temen-temen saya yang lain) nonton karaoke saya ke stand BJP, dan melihat stand yang ga ada ioze-nya. lalu si narqissa nelpon, bilang kalau grup yang nyanyi hare2 yukai mau tampil, akhirnya saya balik lagi nonton

dan saya menggila, nari hare hare yukai sendiri

setelah itu selesai, saya balik ke stand BJP lagi... ioze-nya masih g ada... akhirnya saya jaga stand deh brg hunter (mod indomanga) sama seorang lagi (lupa nanya namanya)

akhirnya, ioze balik, terus dia pergi lagi (brg kanojonya )... akhirnya saya pun balik nonton karaoke...

ngelihat seorang co menyanyi aitakatta dari akb48 - GAR moment!
nicknya eruuru (ada yg kenal ga)

dan akhirnya keliling-keliling lagi...

dan pulang deh...

foto :

saya & narqissa


koinobori


orang main igo


jangan tertipu tulisan diskon 50%! +1500k


brg p_religia, kami_yami en narqissa


stand japanese animation studio


moe is GAR anyway


NHK ni youkoso


no comment


para peserta lomba karaoke


strap haruhiism


baju sahabat (gw ke expo sebenarnya buat minta vaksin )


ijou!

impian

IMPIAN


Badai pasti berlalu
Tapi tidak di negeri kami


Di sini, di dalam mata topan
Tubuh kami rontok meronta
Menggigil kedinginan pun tak bisa


Kaki kami terpaku, terbelit rantai dan atap
Di tempat lain, badai melewati
Singgah sebentar, lalu ia pun pergi
Tapi di sini, di tempat kami
Di tempat di mana nyawa kami
Tertiup terbawa angin suci
Dan keajaiban terbang adalah ingatan terakhir kami
Badai selalu tinggal, tak pernah pergi
Terbawa mati, terbawa mimpi, dari puncak kepala
Sampai ke ujung kaki



Kamar C-15, 6 November 20:39:27

11.06.2008

Yankee Chapter 2/3 of Chapter 1

TOK-TOK-TOK.

“Nanda! Bangun!”

“Iya-iya Ma, segera!”

Seorang anak lelaki beranjak dari tidurnya, dan langsung bergegas membersihkan tempat tidur yang terlihat berantakan itu. Pemandangan di luar masih bisa belum terlalu terang, terlebih pada masa-masa sekarang ini, saat matahari ada di selatan, dan waktu malam menjadi lebih singkat karenanya.

Segera ia pergi ke meja belajarnya, mengambil beberapa buku lalu memasukkannya ke tas sekolah biru yang saat itu masih tergeletak di atas lantai kamar kecil di tingkat kedua ruko kecil di pinggir jalan itu.

“Mama? Jam berapa sekarang? Toko masih belum dibuka?” Anak lelaki yang sepertinya bernama Nanda itu turun dengan langkah-langkah kecil yang cepat menuruni tangga rumahnya.

“Sekarang masih jam setengah lima, Nanda. Kamu sholatlah dulu. Lalu bantu mama buka toko.”

“Oh ya Ma, hari ini aku mulai sekolah lagi. Mama udah tahu kan?” Nanda memutar kenop pintu kamar mandi dan masuk ke dalamnya.

“Iya, iya. Tapi jangan lupa sapu toko dan bersihkan kamarmu! Kamu juga sudah kerjakan semua tugasmu kan? Kalau kamu sampai dimarahi ibu guru lagi, Mama tidak akan memaafkanmu! Percuma dong nanti semua uang yang sudah Mama keluarkan untuk membayar biaya sekolahmu.”

“Tenang aja deh Ma, aku nggak akan mengecewakanmu kok!”
Mama Nanda melanjutkan pekerjaannya di dapur yang terhenti sejenak ketika ia harus menjawab pertanyaan anaknya. Kiranya ibu rumah tangga yang satu ini tidak terlalu bisa multi-tasking.

“Ma, handukku di mana?” Nanda keluar dari kamar mandi dengan wajah dan rambut yang masih basah, bekas air wudhu yang baru saja ia ambil.

“Di jemuran, Nanda! Ambil sendiri ya. Mama lagi sibuk masak.”

“Emangnya Mama masak apa?”

“Cuma telur dadar aja kok.”

“Ya udah ya Ma, aku sholat dulu.” Cepat-cepat Nanda naik kembali ke tingkat dua, menuju balkon dan mengambil handuknya lalu mengeringkan wajah dan rambutnya yang masih basah. Setelah selesai ia langsung menuju ke kamarnya, memakai sarung dan melaksanakan sholat Subuh.

“Ma, teras sama lantai toko udah aku sapu. Etalase dan barang-barang juga udah aku rapikan. Aku sarapan dulu ya.”

“Makanlah! Tapi jangan lama-lama, nanti kamu telat datang ke sekolah.” Ujar Mama Nanda dengan sedikit kekhawatiran.

“Ok, Ma!” Nanda pun makan telor dadar dengan nasi hangat yang ada sambil menonton televisi. Sedikit tidak terduga dari penampilannya yang sedikit kurus, nafsu makannya besar. Hal ini bisa dilihat dari nasinya yang menumpuk tinggi di atas piring melamin dan gerakan tangannya yang cepat dan tangkas dalam memasukkan makanan ke mulutnya. Begitu juga dengan kunyahannya.

“Ma, aku pergi dulu!”

“Hati-hati di jalan ya!”

Nanda menaiki sepedanya, menyusuri jalan tanah yang lurus langsung menghubungkan rumahnya dengan sekolah menengah atas tempatnya ia bersekolah. Di sisi jalan selang seling terdapat rumah warga, gardu penjagaan dan kebun pisang. Nanda mengayuh sepedanya dengan santai, karena jarak antara sekolah dan rumahnya memang tidaklah terlalu jauh.

“Kira-kira anak di kelasku bakalan bertambah, nggak ya?” Sambil mengayuh pedal sepeda baru hadiah kenaikan kelas yang diberikan ayahnya, Nanda memikirkan banyak hal. Dari kemungkinan kedatangan siswa baru ke sekolahnya, tentang kemungkinan calon kepala pulau favoritnya untuk terpilih, sampai pada kemungkinan Bumi untuk mendapatkan kembali empat puluh persen lautannya yang hilang terserap oleh lapisan mantel litosfer.

***

Seorang anak perempuan bernama Ko, sedang memandang pantulan dirinya di depan kaca besar di kamar orang tuanya. Hanya memakai piyama, ia mulai memperhatikan semua titik yang tidak tertutup kain, hanya untuk menemukan benjolan-benjolan merah kecil yang lebih kecil dari bulir beras, tersebar di sekujur lengan dan di leher bagian bawahnya.

Maju ke depan, ia pun mendekatkan wajahnya ke cermin, dan mengusap wajah yang mungil itu dengan kedua telapak tangannya yang untung saja tidak penuh dengan benjolan merah yang aneh juga.

“Kucing. Anjing. Kakaktua. Merpati, cicak, makanan laut. Serbuk bunga, debu dan apa lagi ya?” Dengan nada sedikit penuh rasa frustasi, anak itu mulai bicara.

“Kenapa sih aku punya begitu banyak alergi terhadap sesuatu? Bahkan terhadap segala sesuatu mungkin. Kenapa ya…”

“KO!”

“I-iya, Adam. Kenapa?” Sontak Ko tersadar dari lamunannya.

“Melamun apa sih, Ko? Kayaknya seru banget sampai omongan kami berdua nggak kamu dengar.” Mulai Adam langsung.

“ Iya nih, Ko. Masa pada hari pertama kita sekolah lagi pikiranmu sudah entah ke mana perginya. Liburnya kurang ya? Hehehe. Menurutku sih iya.” Lanjut Adam.

“Sekarang kodok. Apa lagi nantinya?” Gumam Ko kecil, sedikit sulit untuk ditangkap.

“Hah? Ngomong apa sih, Ko?” Nanda bertanya balik, memastikan ucapan Ko yang memang susah didengar.

“He? Nanda? Kapan datang?”

“Ya ampun, Ko! Tadi kan kamu duluan yang nyapa aku. Masa sekarang kamu jadi seolah nggak sadar aku ada di sini?” Nanda menaruh kepalanya ke atas meja, lalu sambil setengah menutup matanya, menoleh ke arah kanan, ke tempat Ko duduk.

“I-iya ya? A-aku lupa. Maaf.”

“Ya udahlah, bukan masalah besar kok. Bukan masalah, malahan. Kamu memang kadang-kadang suka melamun nggak jelas kayak gitu sih. Aku juga udah terbiasa jadinya.”

“Iya loh Ko. Kenapa sih kamu suka melamun?” Giliran Adam bertanya.

“Nggak apa-apa kok. Mungkin memang akunya yang suka nggak jelas. Hihi sori.”

Lain dengan suasana kelas setengah jam yang lalu, sedikit demi sedikit kegembiraan mulai masuk dan menyelimuti ruangan kelas ini, meskipun cuma tiga anak yang terkumpul.

“Adam, kucingmu gimana? Baik-baik sajakah? Gimana dengan anak-anaknya? Kamu bilang baru saja lahir, kan?” Ko bertanya.

“Ya, gimana bilangnya ya? Entah kenapa dia malas menyusui anak-anaknya. Jadi aku kasih saja bayi-bayi kucing kecil itu susu sapi.” Adam menggaruk-garuk kepalanya sambil sesekali membetulkan letak kacamatanya. Sepertinya ia agak gugup.

“Apa? Susu sapi? Jangan!”

“Kenapa?”

“Lambung bayi-bayi mungil itu nggak bakalan kuat! Daripada itu mendingan kamu periksakan induknya aja. Jangan malah merugikan mereka!”

“Be-begitu ya? A-aku nggak tahu.”

“Ko, kamu tahu banyak ya, soal binatang.” Nanda tiba-tiba menimpali pembicaraan antara Adam dan Ko.

“Soalnya ini cita-citaku. Cita-citaku yang kedua.”

“Ooh, jadi dokter hewan ya? Yang pertama apa?” Nanda mencoba menebak.

“Iya, dokter hewan itu cita-citaku yang kedua. Aku sangat suka hewan dan nggak ingin mereka terluka atau menderita sedikit pun.”

“Ironis ya Ko. Kamu kan mudah terkena alergi pada hewan.” Kali ini Adam yang menimpali.

“Aku nggak peduli. Lebih baik aku yang menderita daripada mereka.”

“Ko?”

“Kenapa, Nda?”

“Kalau cita-citamu yang pertama apa? Yang menurutmu lebih penting daripada menjadi seorang dokter hewan?”

“Aku ingin jadi peneliti. Lalu aku mau menemukan obat anti alergi. Hatsyi!”

“Kenapa, Ko?” Adam dan Nanda serempak bertanya.

“Hihi. Serbuk bunga.” Ko tersenyum di balik bersinnya.

11.01.2008

Lomba Debat TarQ 2 End

wah

akhirnya kami selesai juga menjalani lomba debat yang sudah berlangsung selama 3 hari ini.

pada hari kedua, gw dan temen-temen ngelawan 2 SMA, Ipeka Tomang dan Sang Timur tim B

waktu ngelawan IpTo, kami dapet mosi tentang outsourcing, dan kebetulan (atau keberuntungan gw, yang sudah terbukti dengan 6 pengambilan mosi yang memihak tim gw, berturut-turut) kami dapet posisi kontra.

tim kami yang sebelumnya dibilang cukup tidak kompak, saat itu sudah berubah menjadi tim yang kompak. sedangkan tim lawan sebaliknya. pemimpin mereka (kelihatannya) yang sangatlah mengerti tentang mosi tersebut jadi mendominasi dan rekan tim mereka bahkan tidak punya giliran sekalipun dalam bagian debat bebas.

akhirnya debat berjalan seimbang, hanya saja karena kami jauh lebih kompak dan mosi menguntungkan kami, kami pun menang.

lalu, debat kedua kami hari itu berjalan cukup tegang dengan tim SangTi sebagai tim kontra dan kita tim pro atas mosi tentang kelas akselerasi..

debat berjalan sangat hebat, kita semua, baik tim kami dan tim lawan sama-sama kompak dalam melakukan tugas kami. namun akhirnya keputusan split decision dari tim juri membuat kami harus mengakui keunggulan tim lawan. secara victory point, tim lawan menang dengan nilai akhir 2:1, namun kami menang 4 angka dalam hal poin penilaian secara keseluruhan.

debat hari kedua pun berakhir dengan 8 tim yang lulus yaitu ;

SangTi A & B, Tarakanita 2 A & B, PHS (tim kami), dan Dwi Warna A.

dan trererererereng debat hari ketiga pun dataaaangg

debat hari ini tidak bersistem pool seperti kemarin, namun bersistem round robin, di mana tim yang kalah akan gugur.

pada babak perempat final kami melawan tim TarQ 2 B, dalam mosi tentang asuransi. kami mendapat posisi kontra.

akhirnya setelah debat selama kurang lebih 20 menit berlangsung, kami bisa memenangkan debat tersebut.

lalu kami melawan tim SangTi B yang kemarin melawan dan mengalahkan tim kami. debat kami kali ini tentang baju koruptor. kami dapat posisi kontra dan mereka pro. seperti biasa, tim SangTi memang hebat. kami dikalahkan mereka lagi, meskipun lagi-lagi jarak poinnya tidak begitu jauh.

dan tim kami pun memasuki babak final (tapi sayangnya bukan untuk menentukan juara 2 atau juara satu) untuk menentukan juara tiga. kami melawan tim dari SMA TarQ 2 A, dalam mosi tentang pembatasan investasi pasar modal.

wah gw yang sewaktu liburan kebetulan banyak merhatiin berita tentang krisis ekonomi global, langsung babat tim lawan! begitu pula teman-teman setim gw. bahkan tim kami pada akhirnya menguasai jalannya debat.

alhasil, juri pun menetapkan pilihan mereka, mutlak 3:0 atas tim kami. dapet deh juara ketiga...

btw, traktirannya entar aja ya soalnya hadiahnya belum turun hehehehe