11.14.2008

cerita langit malam

temanku kasihan pada sang bulan
sinarnya tertutup awan alangkah sayangnya
katanya sambil menengadahkan mukanya, serta tangannya
mencoba menggapai kekasihnya, dan membuka tabir kelam
menarikan tarian cinta sambil tertawa

diriku sendiri tidak terlalu iba pada sang rembulan
terlebih karena ku sering melihat, ditimpa kenyataan
dewi-dewi terpesona akan keindahan sang candra
padahal semenjak siang berkuasa, arak-arak awan telah menunggu mereka
ironis memang, tapi sama sekali nyata

temanku itu berkata, tidak semua dewi itu sama
beberapa ada yang berbeda, lebih suka terdiam
berharap sambil menggelengkan kepala, menolak
meninggalkan pesona cahaya malam
dan teguh tegar menunggu surya

benar juga, aku berfikir demikian
para bintang yang terdiam keheranan
tumbuhan dan hewan yang berperasaan tersimpan
dan bumi luas, yang penuh pikiran
semua butuh perhatian, semua berikan balasan

langit malam kelam hitam tak berperasaan
berlentera pantulan batu besar yang kekuningan
berhiaskan titik-titik hujan di atap cakrawala
ditemani dengan seorang teman
dan cerita aneh, romantis namun tidak keruan

1 comment:

Citra said...

bagus bagus. saya pengin buat tapi tak berbakat!