11.16.2008

untuk sekolahku (tahukah anda)

Di sini kami diajari bagaimana menjadi seorang rasis
Mengejek dengan manis, berpihak dengan manis
Banyak cara juga 'tuk menjadi seorang agamis yang fanatis
Menyunggung, berkelahi, melarang, semua dengan fantastis

Mengeluh pun menjadi minuman sehari-hari, pengganti peluh
Teriakan terdengar sangat indah, bagai biola dan nyanyian
Sakit hati sudah tidak lagi terasa
Karena
Kami sudah tak punya lagi hati 'tuk merasa
Manusia

Ketika ejekan itu pembangkit tawa
Dan tawa bisa jadi bahan ejekan
Ini bukan lagi garis lurus, ini siklus
Karena di sini kami
Diajari 'tuk jadi rasis
Dan fanatis secara fantastis
Dan membuang hati,
Tanda manusia kami

No comments: